Ican : Nadd
kita cere (cerai) aja yah
Naddine :
Oh oke yaudah
Ican :
Makasih ya Nadd buat waktu nya selama ini, kita tetep temenan kan?
Naddine :
Sama2. Iya
(read)
Entah kenapa rasanya hati Nadd
sakit banget kala itu. Walau sebenernya dia dan Ican hanya pasangan (couple) di salah satu game mobile
online. Bahkan air matanya sampe menetes jatuh membasahi pipinya, beruntung dia
saat ini sedang berada di salah satu sudut perpustakaan yang cukup sepi sehingga
tidak ada yang menyadari bahwa ada seorang gadis yang sedang menangis di dalam
ruangan itu. Naddine menangis dalam diam. Hatinya terasa sakit, perih sekali.
Bukan karena dia telah jatuh hati sama couple
game-nya itu, melainkan karena Ican
lah yang beberapa bulan belakangan selalu mengisi hari-harinya yang sepi, yang
selalu mengajaknya bicara walau hanya via
chat line. Setidaknya Ican lah membuat hari Nadd sedikit berwarna semenjak
hubungannya dengan Rain renggang.
T’E Grup
Naddine : Gue izin out yah dari sini. Udah ga ada niat main lagi. Char
gue kick aja dr club, gapapa kok J
*Naddine Left Grup*
Setelah mengetikkan kalimat
perpisahan ia menaruh hapenya di sampingnya. Mengabaikan semua chat yang masuk.
Dia hanya duduk diam, menahan sakit hatinya sambil sesekali menghapus air
matanya dengan tissue yang selalu ada di dalam tasnya.
“kenapa semuanya ninggalin gue sih,
salah gue apa”, batin Naddine.
Ia sebenernya sudah merasakan
gelagak tidak baik dari Ican beberapa hari sebelumnya. Ican yang selalu menemaninya
chatting dan ngegame beberapa hari belakang menjadi seperti menjauh darinya. Ia
bahkan tidak tau apa sebabnya Ican seperti itu. Dia berpikir apa ada yang salah
dari dirinya selama ini, tapi ia tetap tidak mengerti dan merasa ada kesalahan
yang terjadi di antara mereka. Setelah merasa lebih baik, Naddine mengecek
notif line hapenya lagi.
Meymey : Nadd kok left grup say ? Whats wrong ?
Naddine : Gapapa kok Mey J Gue ga ada waktu lagi buat mainnya, ga ada niat lagi. Hehe..
Sorry ya
gue out. Kick aja char gue Mey.
Meymey : Kenapa sih say? Gara-gara
Ican yah?
Naddine : Gak kok. Gapapa, beneran deh Mey J
Meymey : Hmm, yaudah.. Tapi kalo mau masuk lagi PM aja yah beb
Naddine : Oke beb J
Jangan heran kalo Ican tidak
bertanya kenapa dia keluar dari grup chat itu. Bukan karena Ican sudah tidak
perduli lagi sejak dia memutuskan hubungan couple
itu. Tapi karena kontak line dan bbm
Ican sudah di delcont dan blokir oleh
Nadd, jadi seluruh chat yang Ican kirim tidak ada satu pun yang akan masuk ke
kontak Nadd. Sebegitu sakit, kecewa, dan marahnya Naddine terhadap Ican.
Naddine pun membereskan semua buku dan barangnya, lalu bangkit dari duduknya.
Ia memutuskan untuk pulang ke rumah. Karena percuma ia ada di sana, tujuannya
ke perpustakaan daerah adalah untuk mengetik proposal skripsinya. Tapi karena
“kejutan kecil” dari Ican, seluruh mood
dan fokus Nadd menjadi hilang tak bersisa. Tanpa mampir ke sana-sini ia
langsung pulang menuju rumahnya yang lumayan jauh dari tempatnya biasa
“nongkrong”.
Sebenarnya perpustakaan daerah
adalah salah satu tempat yang menyimpan banyak kenangan bersama Rain. Naddine
dan Rain seringkali menghabiskan waktu di tempat itu. Bukan karena mereka kutu
buku. Nadd memang suka baca buku, tapi percayalah buku yang ada di perpustakaan
itu kebanyakan buku-buku lama yang tidak menarik dan tidak berkaitan dengan
kuliah mereka. Tapi mereka betah berlama-lama di dalam sana karena, selain
karena bisa numpang duduk, tempatnya nyaman dilengkapi dengan AC, colokan, dan
wifi gratis. Kurang nikmat apa coba bagi mahasiswa seperti mereka?
Naddine masih betah kembali ke
tempat itu, walau ia harus berusaha menghalaukan pikiran yang berisi kenangan
di setiap tempat yang pernah ia lewati bersama Rain, walau ia harus datang
sendirian sekarang ke tempat itu. Terkadang Nadd bahkan takut kalo saja bertemu
dengan Rain di dalam, ia tak tahu harus bersikap bagaimana jika hal itu
terjadi. Naddine sebenernya tidak kuper-kuper
amat. Ia tau tempat-tempat yang bisa ia datangi dengan fasilitas sama seperti
di perpus. Hanya saja ia terlalu takut untuk datang ke tempat tempat baru,
tempat yang belum pernah ia datangi. Naddine memang seperti itu J
Sesampainya ia dirumah, ia kembali
mengecek notif linenya. Dahinya berkerut
kala heran menemukan nama seseorang yang tidak pernah meng-private chatnya, walau sebenernya ia sudah seringkali mengobrol
dengan lelaki itu walau hanya di grup chat dan chat game.
Octaf : Hai
Nadd J
Naddine : Hai juga ta, tumben ngechat?
Octaf : Emang ga boleh ya? Hehe
Naddine : Boleh kok ta.. J
Octaf : Hehe.. Lu kenapa out dari grup Nadd?
Naddine : Hmmm.. gapapa kok ta. Males main lagi aja..
Octaf : Karena Ican minta cere ya?
Naddine : Kok lu tau kalo dia minta cere?
Octaf : Ican tadi ngomong di grup abis lu keluar.
Itu anak
anak gc (grup chat) pada nyalahin dia
sekarang
Naddine : Hmm.. Gue ga suka aja caranya ta. Udah ngejauh, terus tiba-tiba
ngechat minta cere.
Salah gue
apa coba?
Octaf : Sebenernya salah si Ican juga sih Nadd.
Jadi gini,
tadi dia nge-PM gue dia bilang dia minta cere karena dia mau couple-an
sama
pacarnya. Dia minta tolong gue buat sampein ke elu..
Naddine : Sejak kapan dia punya pacar? Gue baru tau. Perasaan dia jomblo.
Octaf : Katanya sih emang baru jadian..
Dia bego juga sih gak ngasih tau lu alasan
yang sebenarnya
Naddine : Iya, gue bingung. Dari kemaren2 ngejauh, terus datang ngechat
minta cere.
Salah gue dimana. Siapa yang ga sakit
hati coba?
Gue sampe
nangis tau di perpus tadi saking sakitnya hati gue.
Octaf : Duh, serius Nadd nangis? Ican minta maaf nih sama lu.
Katanya
dia udah PM lu, tapi kontak dia lu blokir, bbm dia lu delcont.
Naddine : Hooh. Iya gapapa bilang aja ta. Slow..
Octaf : Ok. Masuk lagi ke gc ya Nadd? Gue invite yah?
Naddine : Gak usah ta. Dah ga niat main lagi hehehe..
Gue main itu karena dia yang ngajak kok.
Sekarang gue udah males..
Octaf : Yah kok gitu sih Nadd.. Ga asyik ah. L
Naddine : Hehehe ya gitu ta. Males aja.. Udah gapapa kok ta J
Octaf : Yaudah deh Nadd.. Gue harap lu masih
bakal balik lagi nantinya
Naddine : Iya ntar gue balik kok
kalo udah mood main lagi.
Hmm.. Gue tidur dulu ya ta? Capek dan
ngantuk banget gue gara-gara nangis tadi.
Octaf : Oke deh, met istirahat Nadd. J
(read)
Naddine menghelas nafas setelah
membaca chat terakhir Octaf. “Ternyata disuruh si Ican toh”, batin Naddine.
Naddine mulai berfikir negative lagi
tentang dirinya. Dirinya yang selalu ditinggalkan oleh orang di sekitarnya.
Mulai dari pacar sampe temannya pun meninggalkannya.
Ia mengingat lagi kenangan-kenangan
yang dia lalui bersama Rain. Laki-laki yang sudah mengisi hatinya setahun
belakangan ini. Laki-laki yang mematahkan hatinya beberapa bulan lalu karena
secara tiba-tiba meminta putus lewat chat bbm. Hubungannya setelah putus memang
sempat awkward tapi selang beberapa
minggu mereka kembali akur lagi layaknya sepasang kekasih namun hanya sebatas
status “teman baik”. Mereka tetap pergi-pulang kampus bersama, pergi jalan
berdua, masih saling berkomunikasi lewat pesan SMS dan telepon walau tidak se-intens dulu. Teman-teman mereka pun
menyangka mereka balikan lagi. Tak
bisa dipungkiri juga kalo hati Nadd masih sangat mengingini Rain, masih sangat
menyayangi Rain. Naddine meyangka Rain pun seperti itu padanya. Namun setiap
Naddine menanyakan perihal status hubungan mereka lagi-lagi Rain menolak untuk
melanjutkan hubungan spesial mereka dan tetap kekeuh dengan status “teman baik”.
Naddine masih terus sabar
menghadapi Rain. Toh selama Rain masih berada di sampingnya itu sudah cukup
membuat dia bahagia. Beberapa kali sudah Naddine mencoba untuk menjebol
pertahanan gengsi Rain untuk balikan. Nadd merasa Rain terlalu gengsi, dikarena
dia pernah berjanji tidak akan pernah balikan sama mantannya, kecuali disetujui
oleh kakak angkatnya. Naddine benci jika terus mengingat hal itu, memangnya
kakak angkatnya yang akan menjalani hubungan? Pikir Nadd.
Pffttt…
Ia menghela
nafas panjang kala mengingat kenangan yang begitu pahit karena ia dan Rain
sekarang sudah kembali tidak akur lagi. Pertemuan terakhirnya dengan Rain pun
begitu sangat menyakitkan hatinya jika diingat. Naddine pun memejamkan mata
untuk menetralisir seluruh rasa marah, kecewa, sakit, dan lelahnya, hingga ia
terlelap..
Kalian bisa baca update-an cerita ini di aplikasi WATTPAD. Wattpad adalah aplikasi dimana kita bisa menyalurkan hobi, minat, atau bakat kalian di bidang tulis-menulis, Kalian bisa membuat cerita yang akan di baca banyak orang. Bisa jadi hanya jadi pembaca setia dari cerita-cerita yang dibuat orang lain.
Ayo download dan baca cerita-ceritanya, terutama cerita Naddine yah ^^
-deRose-
to be continue..
No comments:
Post a Comment